Review
Avatar Book 3 Chapter 13 The Firebending Masters
Sunday, January 6th, 2008 | Review, Rileks | 23 Comments
Kembali lagi di kisah lanjutan Avatar The Last Airbender, kali ini sudah mencapai episode 13. Cerita sebelumnya: Tim Avatar berpikir tentang rencana baru untuk menghadapi negara api, dan Sokka memberikan ide untuk kembali kepada ide semula yaitu Avatar menguasai empat elemen. Lalu Zuko datang menawarkan diri bergabung dan membantu Aang untuk mengembalikan keseimbangan dunia.
Dilihat dari judul episode 13 ini yang bisa diartikan “Ahli Pengendali Api”, sepertinya sudah terbayang Zuko yang mengajari Aang untuk mengendalikan api. Namun jangan salah, bahwa yang dimaksud Masters (ahli) pengendali api bukanlah Zuko. Begini kisahnya…
Dimulailah pelajaran pengendalian api dan Aang gugup. Zuko berkata kepada Aang agar diketahui bahwa mengendalikan api baik luar dan dalamnya bukan untuk ditakuti. Kemudian Aang diminta untuk mencoba kemampuannya mengeluarkan api. Setelah tarikan nafas Aang yang dalam dan dikeluarkan, tidak muncul api sama sekali, hanya asap kecil muncul dari tangan Aang. Zuko diminta memberikan bantuan sedikit informasi bagaimana api keluar dari tubuh pengendali api, namun ternyata Zuko juga tidak bisa mengeluarkan api seperti dulu. Hanya api kecil yang bisa dikeluarkan Zuko. Lho kenapa bisa begitu? › Continue reading
Popularity: 24% [?]
Review: Sabayon Linux 3.4
Monday, October 29th, 2007 | Linux, Review | 13 Comments
Sabayon Linux, merupakan salah satu turunan Gentoo. Gentoo merupakan sebuah sistem operasi bebas berbasis source (Linux maupun FreeBSD) dengan metode instalasi kompilasi dan optimasi untuk CPU yang bersangkutan, dengan model kustomisasi semua paket atau hanya paket aplikasi yang dibutuhkan. Gentoo tidak didesain untuk pengguna pemula, salah satunya karena instalasi Gentoo dengan metode kompilasi secara langsung itu bisa memakan waktu lama, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi para pemula kalau ingin belajar serius mencoba dan memakai sistem Gentoo.
Tapi, Gentoo lewat dulu… Sekarang disini kita akan mencoba turunannya dulu saja yaitu Sabayon Linux, yang telah dipaketkan ‘sedemikian hingga’ untuk mudah digunakan. Iseng-iseng pas Sabayon rilis versi 3.4e, download yang versi DVD untuk komputer 32bit, walaupun ada rilis Sabayon Mini Edition yang seukuran CD. Wah, download DVD ini memakan waktu 4 hari tapi stop dan resume, tidak langsung terus menerus. Tidak menjadi masalah, ya.. paling listriknya nambah dikit bayarnya
› Continue reading
Popularity: 16% [?]
PCLinuxOS 2007 dengan QEmu
Tuesday, July 17th, 2007 | Linux, Review | 5 Comments
PCLinuxOS merupakan salah satu distro linux turunan dari Mandrake (sekarang bernama Mandriva) yang dimulai pada Oktober 2003 dengan rilis pertama PCLinuxOS 0.91 sebagai awalan melanjutkan Mandrake versi 9.0. Distro ini populer karena mengusung konsep mudah digunakan bagi pengguna Linux pemula dengan slogan Radically Simple.
Pada 21 Mei 2007 PCLinuxOS 2007 dirilis, dan tentu saja aku juga mengunduhnya untuk koleksi. Versi sebelumnya 0.93a dengan kode “Bid Daddy” juga kumiliki, dan hasil mencoba pertama kali ketika itu juga kurasakan bahwa PCLinuxOS ini mudah. PCLinuxOS 2007 dirilis dengan berbagai update, salah satunya ditambah desktop manager Beryl dengan animasi desktopnya yang sangat menarik. › Continue reading
Popularity: 7% [?]
Mencoba Linux Mint 3.0 Cassandra
Tuesday, June 5th, 2007 | Linux, Review, Tulisanku | 2 Comments
Linux Mint adalah sebuah distro Linux Live CD yang diturunkan dari distro Ubuntu, dengan tujuan untuk memproduksi sebuah distro dengan desktop yang elegan, up to date, dan nyaman digunakan. Linux Mint didesain untuk berjalan out-of-the-box dengan semua fasilitas yang telah terinstall di dalamnya. Versi terbaru distro ini adalah versi 3.0 dengan kode Cassandra yang dirilis kemarin pada tanggal 30 Mei 2007.
Mint 3.0 diturunkan dari Ubuntu Feisty Fawn, jadi semua paket aplikasi Ubuntu Feisty kompatibel dan bisa diinstall di Linux Mint 3.0 ini. Kesan pertama pada booting awal, logo Linux Mint sudah berganti berbeda dari rilis sebelumnya. Masuk ke desktop, Mint masih memiliki pola dan corak warna yang sama yaitu paduan warna hijau dan biru. Sayangnya instalasi distro ini cukup lama di komputerku, memakan waktu sekitar 1 jam untuk selesai dikarenakan CD yang kupakai memang sudah kotor dan agak cacat, karena memang terpaksa tinggal satu itu CD-nya
tapi jika biasanya dengan kualitas CD yang masih baik dan bersih, installasi akan berlangsung singkat.
Distro ini telah dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang siap pakai diantaranya:
- OpenOffice 2.2 (Write, Calc, Presentation, Database)
- GIMP Image Editor
- Mozilla Firefox dan Thunderbird
- Pidgin 2.0.0 dan XChat
- Java Runtime Environment 6.0
- Amarok, Totem Media Player, dan MPlayer
Mint Cassandra ini ternyata juga telah dilengkapi dengan Beryl dan Compiz, ditambah dengan aplikasi Envy untuk memudahkan instalasi driver ATI dan NVIDIA walaupun aplikasi ini bukanlah aplikasi resmi dari vendor tersebut. Beryl berjalan dengan baik walaupun terasa sangat berat di komputerku, namun ya sekedar rileks aja menikmati animasi Beryl ![]()
Selain itu, Mint Cassandra ini sudah terpasang ntfs-3g untuk membaca/menulis partisi NTFS dari Windows (dual-boot) dengan tambahan tools ntfs-config yang berfungsi memudahkan fasilitas penulisan partisi NTFS. Selain itu dengan aplikasi MintDisk lebih memudahkan lagi proses mounting.
Mint Cassandra ini bisa dibilang sangat baik dan memang out-of-the-box, yang artinya aplikasi yang terinstall berjalan dengan baik untuk distro jenis LiveCD. Multimedia player sudah berjalan dengan baik untuk memutar koleksi mp3 atau menonton vcd/dvd. Firefox dan Thunderbird juga berjalan dengan baik, ditambah sudah adanya plugins Flash dan Java di Firefox. Chatting Yahoo Messenger dengan Pidgin (dulu bernama GAIM) dan XIRC sejenis dengan MIRC di Windows.
Distro ini bisa dikatakan sangat mudah untuk dioperasikan bagi kalangan pemula dan/atau yang ingin memulai belajar Linux. Kebanyakan pemula merasa bingung dengan berbagai varian Linux, mana yang akan dicoba. Nah, distro ini salah satu dari distro LiveCD yang mudah digunakan. Gambar-gambar screenshots bisa dilihat dari halaman screenshots Linux Mint.
Popularity: 6% [?]
Review VectorLinux 5.8 SOHO
Friday, May 25th, 2007 | Linux, Review, Tulisanku | 10 Comments
VectorLinux merupakan salah satu distro Linux hasil dari turunan Slackware. Tentu saja dengan berbagai kustomisasi, developer Vector mengusung distro yang ringan dan kencang. Pada tanggal 15 Mei 2007 aku mendownload file .iso VectorLinux ini dengan ukuran sekitar 699MB, lalu kuinstall pada sebuah laptop untuk diujicoba. Sebagai catatan bahwa review menyadur review milik Susan Linton, dan bisa dikatakan “menterjemahkan” review tersebut namun dengan percobaan nyata. › Continue reading
Popularity: 9% [?]
Other Post
- WordPress 2.7 Released
- Upgrade (Lagi) WordPress 2.7 RC2
- Upgrade WordPress 2.7 RC1
- Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex dirilis
- Instalasi Ubuntu Hardy Heron (8.04.1) di USB Flashdisk
- Menghilangkan Iklan (ads) di Yahoo Messenger 9
- Download Full Released Yahoo Messenger 9
- Mudah Belajar Scribus Desktop Publishing melalui HowTo dan Video Tutorial
- Menanti Kehadiran OpenOffice v3.0
- Upgrade lagi WordPress 2.6.2
- Membuat Screenshots pada Layar Nokia 6120 Classic
- Saatnya mengganti tampilan blog
- Tarif Layanan GPRS AXIS Membuatku Bingung
- Upgrade to WordPress 2.6.1
- Testing posting menggunakan Scribe via Nokia 6120 Classic
Categories
Archive
Links
Community
Partner
- Abdullah Rofii
- Adhi Y. Pradipto
- Agung Nugroho
- Alex Budiyanto
- Astik Kirna Murtiningsih
- Dani Iswara
- Fathir Hamdi
- Hanonsari Paramita
- Lala Cinila
- LiezMaya
- Lucius Tori Triastama
- Muhammad Rifqi
- Okto Silaban
- Salman Efendi
- Santent Tharayudi Kusuma
- Thomas Arie Setiawan
- Wenan Prakosa
- Willy Sudiarto Raharjo
- Yan Arief Purwanto
- Yuda Nugrahadi
Project
Senior