Humor

Top ten chatter dodol, by Tika

Sunday, July 22nd, 2007 | Diary, Humor, Rileks | 3 Comments

Uh, abis bangun tidur pegang komputer. Melihat dan membaca apa yang ada di dalam layar. Ternyata temanku menginggalkan pesan, kalau dia mau pulang dulu dan ntar malem balik lagi kesini. Yah, tidak apalah, sendirian dulu di lab.

Sampai akhirnya buka Firefox dan browsing-browsing ke sembarang tempat, eh jadi inget ada tambahan Blogroll baru kemaren yang kutambahkan di blog ini, yaitu blognya arek madioen. Sambil baca-baca posting yang ada disitu, kudapati link konco-konco-nya Astik di sidebar sebelah kanan dan menemukan tikabanget. Kuturuti aja linknya lari kemana, lalu ternyata kutemukan id Yahoo Messenger-nya Tika. Iseng aja coba kontak, eh ternyata ada respon dan kami ngobrol2 lama.

Disambi chatting, kusempatkan baca blognya juga dan membaca beberapa postingan yang ada disitu salah satunya berjudul Top Ten Chatter Dodol menurut pendapat perempuan Tika. Wah, bisa jadi aku termasuk kategori yang disebutkan disitu. Wehehehe, ternyata tidak… :)

Redy Basuki: http://tikabanget.blogspot.com/2007/05/top-ten-chatter-dodol.html <- wah, saya termasuk yang mana nih mbak?
tika: Ngakak
tika: ndak termasuk kok

Popularity: 7% [?]

Hati-hati di Lift pada malam hari

Tuesday, July 10th, 2007 | Humor | 2 Comments

Kisah ini terjadi pada seorang staff laki-laki yang bekerja di lantai 12 Graha Elnusa Jl TB Simatupang Jakarta Selatan. Suatu malam (Kamis malam Jumat) laki-laki tersebut bekerja lembur dan terpaksa pulang agak larut malam sekitar jam 21:00 sendirian. Sampai di depan lift, dia pun tekan tombol untuk turun. Kemudian pintu lift terbuka tanpa ada siapa-siapa didalamnya. Dia masuk dan menekan tombol ‘B1′ untuk menuju Basement.

Tetapi entah kenapa lift ini bukannya turun melainkan terus naik keatas. Lift berjalan terus hingga sampai ke lantai 16, berhenti dan terbuka. Ketika pintu lift terbuka, ada seorang wanita cantik jelita dan menawan sekali tersenyum manis dan masuk ke lift. Staff laki-laki tersebut merasa heran, karena dia merasa tidak pernah melihat perempuan tersebut selama dia bekerja di gedung tersebut. Perempuan tersebut masuk dan berdiri di belakangnya. Sesaat kemudian tercium wangi bunga melati.

Maka laki-laki itu pun bertanya-tanya dalam hatinya… siapa perempuan tersebut, dan kenapa sudah malam begini belum pulang kerumahnya. Mau menyapa terasa malu, jadi masing-masing saling terdiam.

Dalam suasana hening dan sunyi itu, lift turun perlahan tingkat demi tingkat. Tapi ketika sampai pada lantai 10, tiba-tiba lampu lift padam dan lift berhenti. Seketika itu dia mencium aroma bau yang teramat busuk, yang mengganggu hidungnya. Dan bulu romanya tiba-tiba merinding. Laki-laki itu pun langsung berkeringat dingin dan sebisa-bisanya membaca ayat-ayat suci yang terlintas dikepalanya sambil memberanikan diri perlahan-lahan menoleh kebelakang setelah lampu lift menyala, dan apa yang dilihatnya?! Perempuan yang berada dibelakangnya tersenyum malu… dan berkata: “Maaf ya Mas, saya kentut…”

Popularity: 4% [?]

Tiga Sekawan

Saturday, June 23rd, 2007 | Humor, Rileks | 2 Comments

Ada tiga orang sahabat. Kura-Kura, Kodok, dan Si Kaki Seribu. Pada suatu hari si Kura-Kura mengundang dua temannya itu kerumah untuk pesta kecil-kecilan. Jadi, sekarang mereka bertiga membuat pesta kecil di rumah Kura-kura. Beberapa waktu kemudian setelah asyik ngobrol, makan, minum dan lain-lain…

Si Kodok: “Eh, minuman softdrink-nya habis nih… Masih kurang e rasanya kalau ngobrol-ngobrol tanpa minuman.”
Kura-kura: “Oiya, wah, stoknya juga habis nih. Lemari es ku udah kosong. Kalau begitu, kamu aja yang beli sana Dok, Kodok. Warungnya kan deket situ aja…”
Kodok menjawab, “Lho, kok aku sih. Kan tuan rumahnya dirimu Kura…”
Kura-kura: “Iya sih, tapi kan diriku jalannya lambat, tahu kan kamu. Kalau kamu kan jalannya bisa cepet!”
Kodok: “Ah, ya nggak bisa gitu donk! Lagian kalau urusan cepet, pastinya si Kaki Seribu lebih cepat lagi daripada aku. Kakinya aja ada seribu!”
Si Kaki Seribu: “Lho, kok jadi saya sih..”
Kodok: “Udah, nggak apa-apak kan? Kamu aja sana, buruan!”

Akhirnya si Kaki Seribu mengalah dan pergi untuk membeli minuman ringan. Si Kodok dan Kura-Kura menunggu sambil ngobrol-ngobrol soal gosip. Lima menit menunggu… Kaki Seribu belum datang juga. 10 menit… 20 menit… satu jam menanti… hingga sampai tiga jam ternyata si Kaki Seribu nggak nongol juga. Kemana ya kira-kira?
Kodok: “Kaki Seribu nggak pulang-pulang ya? Haus nih, dari tadi minum air putih doank”
Kura-Kura: “Iya nih, kenapa ya? Diriku jadi kuatir nih, padahal deket aja warungnya. Kita susul aja yuk Kodok!”
Kodok: “Yup, susul aja…”

Tetapi ketika si Kura-kura membuka pintu, ternyata Kaki Seribu ada di depan pintu.
Kura-Kura: “Nah, nongol juga kamu Kaki Seribu…”
Kodok: “Iya nih, udah lama lho, dari tadi nungguin. Mana soft-drinknya?”
Kaki Seribu: “Boro-boro minuman ringan, jalan aja belum..!!!”
Kodok: “Hah?! Belum jalan …emangnya dari tadi ngapain aja…?
Uler K.1000: “Yeeeeeeeee.. Kalian nggak liat nih… gue lagi PAKE SEPATU!!!”

Popularity: 5% [?]

Linux Xubuntu lolos Microsoft Genuine

Thursday, June 21st, 2007 | Humor, Linux, Windows | No Comments

http://ubuntuforums.org/showthread.php?t=475709

Popularity: 6% [?]

Teknologi Indonesia

Friday, June 15th, 2007 | Humor, Rileks | 2 Comments

Tiga orang pria sedang duduk di sebuah ruangan sauna. Seorang Amerika, Jepang dan saudara kita orang Indonesia.

Keheningan didalam ruangan sauna dipecahkan oleh bunyi, ..bip, …bip, …bip … Orang Amerika membuka telapak tangan kirinya, dan membaca tulisan yang tertulis ditelapak tangannya itu. Dua rekan se “sauna”nya dengan kagum melihat tulisan yang muncul ditelapak tangan orang Amerika tersebut.

“Oh, telapak tangan saya telah ditanamkan sebuah chips, saya dapat langsung menerima pesan SMS tanpa alat, tertulis ditelapak tangan saya” ujar si Amerika.

Sesaat kemudian terdengar dering telepon, orang Jepang mengangkat tangan kanannya, jempol didekatkan ke telinga sedangkan jari kelingking kebibirnya. “Oh maaf, saya terima telepon dulu, tangan saya sudah berisi chips, saya dapat menerima dan berbicara melalui 2 jari saya tanpa menggunakan HP” kata si Jepang.

Melihat semua itu, sahabat kita dari Indonesia mulai gugup dan merasa panik, “Apa yang bisa saya tunjukkan untuk mengalahkan orang orang ini?” pikirnya.
Karena stress dengan keadaan itu, keinginannya untuk buang air besar tidak tertahankan lagi.

Usai buang air, dia kembali lagi ke ruang sauna, tetapi karena tidak biasa membasuh bokongnya dengan kertas toilet, seuntai kertas toilet masih berjuntai di belahan bokongnya.

Dengan keheranan dan jijik, orang Jepang dan Amerika menunjuk ke untaian kertas “sisa” tersebut dan berkata, “Kertas apa itu yang tergantung dibokong anda…?!”

“Oh maaf, saya baru terima Fax, terima kasih..!”

Popularity: 5% [?]

Selingkuh tuh..

Sunday, June 10th, 2007 | Humor, Rileks | 5 Comments

Si Poltak lagi menyantap sarapan sambil baca koran di halaman depan, ketika ia tiba-tiba dikagetkan dengan sebuah pukulan di belakang kepalanya… “TOENG…” demikian bunyi piring seng dipukulkan oleh istrinya dan tepat mengenai botaknya.

Nggak ada hujan nggak ada angin digituin, si Poltak marah-marah…

“Hei… ngapain kau mukul suamimu?!”

“Kau dasar laki-laki hidung belang!” balas istrinya, “siapa tuh Desi yang kamu tulis namanya di kertas dalam dompetmu?”

Si Poltak sempat gelagapan, nyaris saja kepergok selingkuhannya dengan Desi. Tahu begitu si Poltak cari akal dan langsung ketemu jurus ampuh buat menghindar…

“Ooo… rupanya itu toh… Desi itu nama kuda pacuan, kemarin aku sempet taruhan sama temen-temen di kantor…”

Untungnya sang istri percaya, dan perang dunia keluarga itu tak jadi meletus….

Tiga hari kemudian… “TOENG…” … “GLUDAK…” kali ini rantang dilempar istrinya dengan lebih kencang, mendarat tepat di kepala si Poltak yang botak dan hampir pingsan dibuatnya… Kontan lalu si Poltak marah-marah sama istrinya…

“Kenapa kau pukul aku?!” tanya si Poltak,

Istrinya dengan kalem menjawab, “Tuh. KUDAMU telepon nyari kau…”

Popularity: 5% [?]

Bahan Bakar Pesawat

Tuesday, June 5th, 2007 | Humor, Rileks | 3 Comments

Ada dua sahabat Joni dan Jono, keduanya bekerja di sebuah bandara di Jakarta (Cengkareng) pada bagian pengisian BBM. Ketika itu malam-malam waktu hujan deras, bandara sepi sekali karena tidak ada pesawat yang berani mendarat. Keduanya jadi menganggur karena tidak ada kerjaan.

“Dingin-dingin begini enaknya kita mabok aja”, kata si Joni.

“Wah iya, kebetulan nih. Lu pernah denger nggak katanya avtur (BBM pesawat) itu bisa diminum loh”, sahut Jono.

“Yup, pernah denger sih, katanya kalo minum avtur langsung bisa wes hewes hewes bablas!! Lu berani nyoba gak?”, si Joni mulai tertarik. Kemudian keduanya mulai membuka keran tangki avtur dan minum. Setelah selesai minum keduanya langsung KO tertidur pulas.

Paginya saat Joni bangun badannya terasa segar sekali dan “feeling strong“, lalu tiba-tiba telepon berbunyi, ring riiiing. Ternyata si Jono yang menelepon.

“Joni, gimana lu?”, tanya Jono.

“Wah enak banget deh, lu gimana?”, balik Joni.

“Aku sih segar bugar. Loe nggak teler sama sekali?” “Nggak, nggak pusing juga malahan. Pokoknya enak deh. Besok nyoba lagi ya”, lanjut Joni.

“Gue sih setuju, cuman gue mau tanya, lu udah kentut belon?”, tanya Jono lagi.

“Belon, kenapa sih???” ujar Joni.

“Wah gawat tuh! Udah pokoknya kalo mau kentut ditahan dulu ya sekuatnya!!!”

“Lho masalahnya apa?!”, si Joni kebingungan.

“Soalnya gara-gara kentut, aku sekarang nyasar ke Kalimantan”

Popularity: 6% [?]

Pesan Berjalan

Friday, May 25th, 2007 | Humor | 5 Comments

Berikut adalah sebuah cerita tentang bagaimana sebuah pesan dikomunikasikan secara hirarkis dalam sebuah perusahaan, dari Direktur hingga ke karyawan bawahan.

Dari: Direktur – Kepada: General Manajer

“Besok akan ada gerhana matahari total pada jam sembilan pagi. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari. Untuk menyambut dan melihat peristiwa langka ini, seluruh karyawan diminta untuk berkumpul di lapangan dengan berpakaian rapi.
Saya akan menjelaskan fenomena alam ini kepada mereka. Bila hari hujan, dan kita tidak bisa melihatnya dengan jelas, kita berkumpul di kantin saja.”

Dari: General Manager – Kepada: Manager

“Sesuai dengan perintah Direktur, besok pada jam sembilan pagi akan ada gerhana matahari total. Bila hari hujan, kita tidak bisa berkumpul di lapangan untuk melihatnya dengan berpakaian rapi. Dengan demikian, peristiwa hilangnya matahari ini akan dijelaskan oleh Direktur di kantin. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari.”

Dari : Manager – Kepada : Supervisor

“Sesuai dengan perintah Direktur, besok kita akan mengikuti peristiwa hilangnya matahari di kantin pada jam sembilan pagi dengan berpakaian rapi. Direktur akan menjelaskan apakah besok akan hujan atau tidak. Ini adalah kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari.”

Dari : Supervisor – Kepada : Koordinator

“Jika besok turun hujan di kantin, kejadian yang tak bisa kita lihat setiap hari, Direktur, dengan berpakaian rapi, akan menghilang jam sembilan pagi.”

Dari : Koordinator – Kepada : Semua Staff

“Besok pagi, pada jam sembilan, Direktur akan menghilang. Sayang sekali, kita tidak bisa melihatnya setiap hari.”

Popularity: 4% [?]

Categories

Search